Home Profil Kurikulum Berita Kegiatan Video Foto Galeri Zona Kreatif Artikel Pendaftaran Kontak
  • Jadikan pengalaman belajarmu lebih berkesan & bermakna
  • Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 16 Surabaya merupakan Sekolah Model di Indonesia
  • Sekolah Menyenangkan Sekolah Pilihan
         
   
DetailArticle
Share |
PERAN GURU DALAM MEMBANGUN KEJUJURAN AKADEMIK IDEALISME SANG GURU UNTUK PENDIDIKAN YANG LEBIH BAIK
Belajar bercermin pada peristiwa yang terjadi beberapa waktu yang lalu, misalkan terjadinya contek masal siswa SD di Surabaya yang bermula dari perintah gurunya untuk memberi jawaban pada temannya agar semua lulus ujian. Guru yang perintah atau perkataannya lebih diikuti atau didengar oleh siswanya, lebih daripada orang tua siswa tersebut. Seringkali kita dengar banyak orang tua bilang, setelah bapak/ibu guru menasehati anak saya, besoknya dia jadi pintar atau penurut, kalau kita orang tuanya mau seratus kali mengomel pasti hanya masuk telinga kanan keluar telinga kiri. Bahkan banyak orang tua yang bingung ketika anaknya bilang, bapak/ibu, bukan begitu caranya, kata guruku seperti ini… Begitu hebatnya kekuatan perkataan/nasehat guru bagi siswanya yang merupakan calon-calon pemimpin bangsa.

Berbicara tentang calon pemimpin bangsa, bisa kita lihat bersama saat ini betapa banyaknya anak bangsa yang cemerlang dalam akademisnya, namun menggunakan jabatannya untuk melakukan korupsi atau kejahatan lainnya. Jadi, dimanakah letak kejujuran itu??? Siapakah yang patut dipersalahkan??? Guru, orang tua, pemerintah atau …??? Namun ketika semua orang hanya sibuk mencari-cari kesalahan, kita hanya akan jalan ditempat atau bahkan jalan mundur. Lebih baik mencari jalan keluar agar kedepan menjadi lebih baik. Nah, marilah kita cari solusi bagaimana seharusnya peranan guru dalam membentuk calon-calon pemimpin bangsa ini.

Tugas yang dihadapi oleh guru sangat kompleks sesuai dengan semboyan “ Tut Wuri Handayani, Ing Madya Mangun Karso, Ing Ngarso Sung Tuladha”. Bahwa seorang guru diharapkan untuk :
A. Memberikan kesempatan kepada siswanya untuk tumbuh, berkembang serta kreatif
Banyak faktor yang dapat menjadi penyebab siswa untuk tumbuh, berkembang serta kreatif, tidak hanya tergantung pada guru, tetapi tergantung pada orang tua, masyarakat dlingkungan tempat tinggal, bahkan dari siswa itu sendiri. Seorang siswa adalah bagai tanaman yang akan tumbuh, jangan kita potong rasa ingin tahunya, jangan kita batasi ruang geraknya, kita ciptakan belajar yang menyenangkan baginya, sehingga dia berasa bermain tapi mendapatkan ilmu dari permainannya. Dengan cara itu siswa menjadi tumbuh, berkembang serta kreatif. Asah kelebihan anak, bukan kelemahannya. Sebagai contoh si A memiliki kelebihan dalam bidang olahraga, namun lemah dalam akademisnya. Guru dan orang tua harusnya mengasah kelebihannya dalam bidang olahraga dengan memasukkan ke organisasi olahraga agar si A bisa menjadi atlit sesuai dengan kelebihannya. Ibarat pisau, lebih mudah kita mengasah bagian yang sudah tajam daripada yang tumpul.
B. Memberikan ide-ide yang dapat memberikan motivasi
Guru adalah orang yang paling dekat dengan kehidupan anak di dalam kelas. Guru sangat erat hubungannya dengan perkembangan anak dalam proses belajar mengajar. Guru dapat meningkatkan motivasi belajar siswanya bila bakat dan minat siswa tersebut dapat diketahui. Dalam usaha untuk mengetahui bakat dan minat siswanya maka perlu sekali guru membantu mengadakan pemahaman/pendekatan personal pada siswanya bukan secara klasikal. Karena usaha peningkatan motivasi belajar dapat dilakukan sejalan dengan bakat dan minat siswa tersebut. Pemberian penghargaan atau pujian terhadap siswa juga akan mampu memberikan motivasi tersendiri bagi siswa tersebut.
C. Tidak hanya cukup memberi petunjuk saja, tetapi dituntut untuk memberi contoh-contoh yang nyata
Memang sering siswa tidak memahami tentang apa yang diajarkan oleh gurunya, karena hanya mengajar dengan serangkaian kata-kata. Akibatnya siswa sukar memahami. Karena tidak mendapatkan gambaran yang nyata. Jadi diperlukan suatu media sebagai sarana untuk mengefektifkan komunikasi dan interaksi antara guru dan siswa. Karena tiap anak berbeda, ada anak yang bisa mengerti dengan penjelasan saja (audio), ada yang harus dengan audio visual, dan lain-lain. Akhirnya, seorang guru memang akan dituntut untuk membuat media pembelajaran yang memudahkan siswa untuk memahami apa yang diajarkan oleh gurunya. Bisa menggunakan alat peraga, media audio visual, bercerita atau mendongeng, belajar sambil bernyanyi, bermain game, dan masih banyak lagi.
Tugas guru terpenting dari semua hal di atas adalah menanamkan nilai agama di kehidupan para siswa. Pondasi yang terkuat untuk mencetak anak bangsa. Sedini mungkin siswa mulai dikenalkan, dibiasakan untuk melakukan ibadah kepada Allah semata. Mulai melakukan ibadah wajib dan sunnah. Sampai pendidikan akhlak yang baik untuk diterapkan dalam lingkungan rumah, sekolah dan masyarakat. Sehingga akan timbul kejujuran pada dirinya, yang akan menghilangkan semua perbuatan jelek yang terlintas dipikirannya.
So para guru, sudah siapkah anda menerima beban tersebut??? Menjadi guru yang religius, kreatif, inovatif, serta semangat belajar menguasai teknologi dan pengetahuan terbaru sehingga mampu mencetak anak bangsa yang unggul dan berprestasi. Terus menambah wawasan pengetahuan kita. Tidak ada kata tua untuk belajar. Menjadi guru akan menjadikan kita sukses dunia dan akhirat. Amiiin.

G U R U
Bila aku adalah tanaman
Aku ingin
Agama menjadi tanah untuk pondasiku
Ibadah menjadi akar terkuatku
Pendidikan menjadi batang kokohku
Semangat menjadi ranting yang terus bertambah
Kesabaran menjadi daun yang meneduhkan
Ucapan menjadi bunga yang harum semerbak
Ilmu menjadi buah yang bisa dinikmati siapapun
Siswa menjadi pupuk terlengkap untukku


BY: Ira Nurmasari (Class Teacher Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 16 SBY)
http://ira_nurmasari.guru-indonesia.net/artikel_detail-21482.html

    OtherArticles

Serunya Belajar Tentang Proses Pembuatan Sirup dan Cara Mengirim Surat

Serunya Belajar Tentang Proses Pembuatan Sirup dan Cara Mengirim Surat

Halal Bi Halal Bersama Ust.Wijayanto

Display Class Media Pembelajaran Asyik

Tugas Akhir Rangsang Siswa Menjadi Kreatif, Inovatif dan Berkarakter Positif

Because, THE SCHOOL IS NOT A FACTORY!

MENDIDIK ANAK BERTANGGUNG JAWAB

LINGKUNGAN SEBAGAI SIMBOL DALAM PEMBELAJARAN

PERAN GURU DALAM MEMBANGUN KEJUJURAN AKADEMIK IDEALISME SANG GURU UNTUK PENDIDIKAN YANG LEBIH BAIK

TEACHING ENGLISH USING HIP-HOP IN SD KREATIF MUHAMMADIYAH 16 SURABAYA

Membangun Empati Anak Sejak Dini di Sekolah Kreatif

SEKOLAH INKLUSI : SOLUSI PENDIDIKAN UNTUK SEMUA

Kata Kunci itu Bernama Kreativitas

Sekilas Tentang Pembelajaran Tematik

   
         
 
PENDAFTARAN
"Sekolah Kreatif" SD Muhammadiyah 16 - Jl. Barata Jaya I/11 Surabaya
Telp. (031) 5045 109, 7216 0806
c.p : Heru Tjahjono (08123 207 580)
Tim Inovasi Pengembangan Sekolah (TIPS)
  Website : www.sekolahkreatif.com
E-mail : kontak@sekolahkreatif.com
 
 
Copyright © 2012 - SEKOLAH KREATIF - SD Muhammadiyah 16 Surabaya. All Rights Reserved.