Bedanya Cerita dan Dongeng Dikupas dalam Workshop di Sekolah Kreatif 16

PWMU.CO – Sebanyak 62 guru Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 16 Surabaya mengikuti workshop mendongeng bertema Dongeng sebagai Media Pembelajaran yang Efektif dan Menyenangkan di hall lantai 3, Sabtu (20/7/19).

Workshop ini diisi oleh Rubiar, pendongeng dan penulis dari Bojonegoro. Sebelum menjelaskan materi, Kak Ruby, panggilan akrabnya, mendongeng terlebih dahulu.

Dia mengatakan, mendidik anak dengan cerita itu salah satu metode yang efektif, menyenangkan, dan mudah diterima anak-anak.

“Apa bedanya dongeng dengan cerita?” tanya Kak Ruby pada puluhan peserta. Dua peserta pun menjawab dengan benar.

Ia menjelaskan, dongeng itu identik dengan cerita khayalan, masa lampau. Sedangkan cerita itu kisah bisa terjadi pada masa lampau, sekarang, dan akan datang, yang cakupanya lebih luas. “Dongeng adalah bagian dari cerita,” tambahnya.

Ia menyampaikan, sebelum bercerita ke anak-anak, kita harus menyiapkan naskah cerita. Naskah yang baik terdiri dari tema yang jelas, komunikatif, alur yang jelas, tidak terlalu panjang, sesuai dengan suasana dan audiennya, tokoh tidak terlalu banyak, dan tidak asal memilih cerita.

Ia menambahkan setelah naskah beres, lalu bersiap menjadi pencerita. “Untuk menjadi pencerita yang baik yaitu paham dan menguasai cerita, bisa membuat pola suara atau warna suara (suara asli, suara berat, suara kecil), pandai berekspresi, dan mampir beranting”, katanya.

Tak lupa ia memberi jurus bercerita yang baik. Di antaranya menciptakan suasana akrab dan dramatik yaitu dimulai dengan salam, senyum, sapa. “Tidak ada ancaman, ramah, santun dalam menyampaikan, dan melibatkan audiens,” jelasnya.

Di akhir workshop, ia pun memberi keterampilan bagaimana membuat bintang dan pegangannya dari kertas. (Riska)

Leave a reply