Sekilas Tentang Pembelajaran Tematik

SD Muhammadiyah 16 Surabaya di banding sekolah pada umumnya adalah model dan proses pembelajarannya. Model pembelajaran di sekolah ini menggunakan pendekatan tematik. Di sini siswa tidak langsung diberi materi berdasarkan mata pelajaran, tetapi diberi materi secara terpadu.

Aneka mata pelajaran disajikan secara intergrated yang diikat dengan tema tertentu. Diharapkan dengan pendekatan ini anak didik bisa lebih mudah menyerap materi yang dipelajari, mengigat pemikiran anak pada usia SD memang masih dalam taraf operasional konkret (teori psikologi Piaget).

Tema pembelajaran diambil dari hal-hal konkret yang ada di sekitar kehidupan siswa seperti keluarga, kegemaran, binatang, tumbuhan dan lain-lainnya. Dari tema inilah guru kemudian mengkait-kaitkan dengan materi pelajaran yang relevan guna mencapai kompetensi yang ditargetkan.

Ada beberapa keuntungan dengan pembelajaran tematik seperti itu, antara lain:

  • Materi yang dipelajari siswa tidak terpenggal-penggal oleh pergantian jam pelajaran.
  • Pembelajaran berlangsung secara terintegrati
  • Mudah dipahami anak, karena semua mengalir (seolah dalam satu mata pelajaran saja).
  • Mengurangi terjadinya overlapping untuk topik mata pelajaran yang bersinggungan. Contoh:pokok bahasan gotong royong dan tanggung jawab masuk pelajaran agama, PPKn,atau IPS?

Pembelajaran tematik diselenggarakan dalam suasana bersahabat, menyenangkan, dan bermakna bagi siswa. Dikatakan bermakna karena siswa memahami berbagai konsep lewat pengalaman konkret. Anak memahami konsep baru melalui pondasi konsep lama yang telah dikenal dan dikuasai dalam kehidupan sehari-hari (konstruktivisme)

Siap Ribet
Memang ada berbagai konsekuensi logis dari pembelajaran tematik ini. Satu yang menonjol, guru jadi bekerja lebih keras. Guru harus siap “rebyek” karena harus mengkaitkan berbagai materi pelajaran dalam satu ikatan tema yang utuh. Satu tema umumnya berlangsung seminggu sekali.

Setiap hari sabtu tema minggu depan diinformasikan kepada siswa. Siswa diminta untuk berpartisipasi. Umpamanya tema minggu depan mendatang adalah transportasi. Maka siswa diminta membawa mainan, kereta lengkap dengan relnya, globe, buku, hingga benda lain yang relevan. Sementara itu guru tak kalah sibuknya menyiapkan sarana, poster, hingga dekor kelas yang menunjang. Pendeknya menciptakan kondisi yang menyenangkan dan menantang serta merangsang kreativitas siswa.

Pembelajaran tematik meletakkan siswa sebagai subject yang aktif, sebagai pusat kegiatan (student oriented). Oleh karena itu perbedaan siswa (kecepatan belajar dan minat yang berbeda) berusaha diakomodasi. Caranya antara lain dengan memberikan pengalaman belajar yang beragam, dan dengan mengaktifkan indera pendengaran, penglihatan, dan fisik anak (visual,audio,atau kinestetik).

Leave a reply