Siswa Kreatif Lestarikan Budaya Bangsa dengan Membatik Gulijat

Batik merupakan salah satu warisan nusantara yang unik. Keunikannya ditunjukkan dengan barbagai macam motif yang memiliki makna tersendiri. Ragam motif batik yang dimiliki Indonesia sangatlah beragam, setiap daerah memiliki ciri khas motif batiknya masing-masing. Setiap goresan motif merupakan sebuah simbol yang mengandung suatu pesan yang ingin disampaikan.

Kelas 5 Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 16 Surabaya, telah melakukan kegiatan membatik. Kegiatan membatik di Sekolah Kreatif ini termasuk salah satu kegiatan life sklii dan masuk dalam kurikulum pembelajaran di kelas 5. Kali ini sebanyak 125 siswa membatik Gulijat. Apa itu batik gulijat? Batik gulijat adalah salah satu kreasi batik ikat celup dengan teknik digulung, dilipat, dijumput, dan diikat. Proses membuat batik gulijatpun lebih mudah dan cepat dibanding membuat batik tulis. Bahan-bahan yang digunakan mudah untuk didapat. Motif batik gulijat dibentuk dari stik es krim dan karet yang diikat pada lipatan-lipatan kain.

Pertama siswa dibentuk kelompok, tiap kelompok terdiri dari 6 siswa. Hal ini bertujuan untuk mempermudah dalam melipat kain katun putih polos selebar 1 kacu (satuan yang digunakan dalam membatik. 1 kacu = 1,15 cm x 1,15 cm). Selain itu dengan berkelompok, siswa akan bekerja sama untuk mengikat karet pada kain katun.

Kedua, setelah siswa melipat, menjumput, dan mengikat kain katun sesuai motif yang di inginkan, tahap selanjutnya yaitu pewarnaan menggunakan pewarna batik Napthol. Pada tahap pewarnaan ini harus dilakukan dengan hati-hati karena menggunakan air panas untuk melarutkan pewarnanya.

Tahap terakhir yaitu penjemuran. Pada tahap ini kain katun yang sudah diwarnai sebaiknya dijemur di tempat yang teduh dan tidak langsung terkena sinar matahari.

Hasil kain batik yang sudah selesai dibuat bisa bermanfaat untuk taplak meja, dekorasi panggung, gorden jendela dan lain-lain. Dari proses membatik ini siswa bisa belajar melestarikan budaya bangsa sendiri. Selain itu dengan membatik siswa bisa belajar keuletan, konsentrasi dan semangat bekerja sama.

Penulis : Resti Kusfatul Khasanah, S.Si (Guru Kelas 5 Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 16 Surabaya)

Leave a reply