Virtual New Concept Creative Blended Learning (CBL) ala Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 16 Surabaya

SEKOLAHKREATIF.COM – Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 16 Surabaya merupakan sekolah di Surabaya yang memiliki konsep pembelajaran edutainment dan aplikatif.

Dalam proses pembelajarannya, guru-guru di Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 16 Surabaya selalu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan bermakna.

Salah satu yang unik di Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 16 Surabaya adalah kegiatan belajar mengajar tidak hanya dilakukan di dalam kelas dan berupa teori. Namun kegiatan juga dilakukan di luar ruangan dan lebih aplikatif.

Siswa akan diajak belajar langsung dari narasumber yang ada di sekitar mereka, antara lain hewan, tumbuhan, para professional dan lain-lain. Sehingga siswa lebih mudah memahami dan belajar tidak lagi membosankan.

Hingga kini Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 16 Surabaya telah menjadi salah satu sekolah rujukan bagi sekolah-sekolah lain di Indonesia untuk kegiatan study banding, magang, hingga workshop atau inhouse traning untuk guru bahkan Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 16 Surabaya mendapat pujian khusus dari ketua umum PP Muhammadiyah (2000-2010) Profesor Din Syamsudin MA yang mengatakan bahwa Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 16 Surabaya adalah salah satu sekolah Muhammadiyah di Indonesia yang memiliki prospek ke depan untuk menjawab tantangan global. Sehingga dipilah PP Muhammadiyah sebagai sekolah model.

Dalam hal pembentukan karakter sebelum pembelajaran di mulai di Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 16 Surabaya diterapkan pembelajaran pembentukan karakter antara ngaji morning, shalat dhuha, qira’ah, hafalan surat pendek, belajar berinfaq dan laskar budi pekerti.

Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 16 Surabaya mengunakan kurikulum nasional dan kurikulum dasar Muhammadiyah yang telah didesain dan dikembangkan sehingga tidak akan memberatkan siswa dalam menjalani kegiatan belajarnya.

Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 16 Surabaya juga membekali siswa – siswinya dengan transferable knowledge, lifeskill, serta kemampuan untuk menggali informasi, menganalisis, mengolah informasi, mengambil keputusan, bekerja sama serta berkomukasi dengan pihak lain.

Materi-materi tersebut diaplikasikan secara integral dan saling mengisi. Semua materi pelajaran dikemas dengan suasana menyenangkan dan penuh eksperimen sesuai dengan tingkat perkembangan siswa di kelas. Sehingga tidak lagi membosankan namun menjadi arena yang menyenangkan bagi siswa untuk bermain dan belajar yang juga didukung untuk belajar di luar kelas secara berkala sesuai dengan tema dan materi pelajaran.

Namun, untuk saat ini atau sejak awal pandemi Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 16 Surabaya menerapkan konsep baru yang dikenal dengan Creative Blended Learning (CBL). Suatu konsep yang menggabungkan pembelajaran daring dan tatap muka.

Nilai – nilai yang terkandung dalam Virtual New Concept CBL, diantaranya spiritual and character, creative learning, edutainment, give more attention, academic, social learning, dan independent learning.

Spiritual and character meliputi shalat dhuha, ngaji morning, hafalan surat, adab/pembiasaan dan laskar budi pekerti. Creative learning meliputi projects learning dan literasi. Edutainment meliputi guest teacher, assembly learning dan outdoor activity. Give more attention meliputi 16 siswa perkelas. Academic, social learning meliputi worksheet dan modul serta olimpiade. Social learning meliputi inklusi dan Pendidikan Lingkungan Hidup / Adiwiyata. Independent learning meliputi ekstrakurikuler, entrepreneur, dan life skill.

Konseptor Sekolah Kreatif, Heru Tjahyono mengatakan, Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 16 Surabaya sudah mendesain dengan creative blanded learning yaitu mengkolaborasikan pembelajaran jarak jauh dan tatap muka. “Nah yang sebetulnya yang jarak jauh artinya begini, kita ini sudah berpengalaman di tatap muka sudah berpuluh-puluh tahun, sudah hafal, sudah diakui baik itu di muhammadiyah maupun di umum”, katanya.

Lanjutnya, model pembelajaran yang lebih variant dan inklusif juga sudah dilakukan Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 16 Surabaya. “Salah satu contohnya ada materi outdoor, outbond, guess teacher, assembly, field trip dan juga ada anak inklusi atau berkebutuhan khusus serta bagaimana menangani siswa ABK dan manajemen shadow teacher yang jumlahnya sekitar 70 orang”, ujarnya.

Heru menambahkan, Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang sudah berjalan satu tahun lebih yang awalnya tertatih-tatih tetapi sekarang sudah beradaptasi. “Alhamdulillah sekarang sudah dapat mengakuan dari wali murid terkait bagaimana performa, baik itu dari Sumber Daya Manusianya (guru-gurunya beradaptasi dan pendukung teknologinya baik itu provider maupun alat-alatnya dan studionya (sarana dan prasarana). Jadi sekarang kita punya 7 studio untuk menunjang proses belajar mengajar selama daring (6 untuk kelas 1 untuk sekolah)”, katanya.

Menurutnya, untuk memberikan perhatian lebih pada anak maka sekolah punya strategi dengan membagi setiap guru memegang sekitar 15 sampai 17 siswa agar anak-anak teropeni. “Alhamdulillah strategi yang sudah dilakukan sudah tepat sehingga anak anak merasa nyaman, gurunya juga tidak merasa kualahan dan bisa terhandle semua dan sampai sekarang berjalan dengan lancar dan ada kepuasan terhadap pembelajaran daring yang sudah kita lakukan baik itu kepada orang tua dan anak”, ungkapnya.

Tim Inovasi Pengembangan Sekolah Kreatif SDM 16 ini menjelaskan bagaimana mengkolaborasikan pembelajaran daring dan tatap muka. “Kalau PJJ ini lebih sifatnya pada materi-materi akademik dan itu sudah pakem dan terpola dari PJJ ini ada perubahan-perubahan yang memang butuh proses tapi dari anak-anak yang biasanya belum mandiri menjadi mandiri bisa standby waktu, mejanya, dan gawainya tetapi kekurangannya adalah sosialisasi, interaksi dan gerak”, katanya.

Heru menambahkan, kalau nanti ada tatap muka orientasi kita akan bagi dua model pembelajaran, yang sifatnya akademik dan hafalan itu yang online dan model pembelaharan yang sifatnya karakter, kolaborasi, project, praktik dan yang butuh masa itu yang lebih pada tatap  muka. “Misalnya shalat berjamaah, ngaji bareng, bikin project, memdatangkan guru tamu itu sifatnya yang lebih ke tatap muka karena kalau yang online dimanapun, kapanpun bisa saja apalagi kalau sudah punya modul itu lebih memudahkan anak untuk belajar kapan saja dan dimana saja”, terangnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 16 Surabaya, Maulana Muhammad mengatakan, sebelum proses pembelajaran tatap muka dilakukan di masa pandemi ini sekolah akan membuat tutorial video ketika masuk nanti terkait bagaimana ketika berangkat sampai pulang dari rumah, di sekolah sampai pulang lagi dan apa yang sudah dilakukan. “Nah itu yang akan dibuat semacam contoh sehingga orangtua juga merasa save ketika anaknya sudah aman, nyaman dan tidak ragu-ragu begitu”, jelasnya.

Terkait kelengkapan pendukung proses pembelajaran dan protokol kesehatan, Maulana mengatakan sekolah sudah siap dengan fasilitar tersebut. “Alhamdulillah di PJJ ini yang katakanlah kelengkapan fasilitas yang kita punya kita sudah bisa supporting sekolah-sekolah lain khususnya di TK TK dan kita open untuk membantu sekolah lain bila mana membutuhkan suppor dari kita seperti memakai studio atau pembelajaran diluar atau outdoor yang membutuhkan team work jadi kita siap menjadi operator dan konsultan”, katanya.

“Alhamdulillah itu semua sudah dilakukan di beberapa TK pada pembelajaran outdor, seminar, maupun nanti ada semacam wisuda virtual di TK ABA jadi kita bersyukur Alhamdulillah kita bisa support sekolah-sekolah lain atau dari organisasi Muhammadiyah sendiri”, tambahnya.

Untuk kedepannya sambung Maulana, mungkin di tiap kelasnya kita berbanyak semacam lap lap workshop yang lebih pada potensi yang dimiliki setiap anak atau kecenderungan yang diinginkan oleh anak. “Nah itu yang akan kita coba buat seperti ruang keterampilan, ruang pertukangan atau ruang kemandirian yang di dalamnya ada setrika dan lainnya sesuai dengan pembelajaran lifeskill. Jadi ruang-ruang yang demikian itu untuk memberi pelajaran lifeskill mereka yang akan lebih pada yang dikerjakan”, ujarnya.

Terkait fasilitas protokol kesehatan sudah memperbanyak tempat sanitasi.

(Ris)