Uncategorized

Menyusuri Jalur Ekspor di Terminal Peti Kemas Surabaya

Sekolahkreatif.com – Pembelajaran tak hanya berlangsung di dalam kelas. Siswa kelas III Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 16 Surabaya diajak melihat langsung proses ekspor, aktivitas pelabuhan, hingga sejarah maritim Indonesia melalui kegiatan outdoor learning yang kontekstual dan menyenangkan. Suasana berbeda terlihat di halaman Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 16 Surabaya, Kamis (16/4/2026). Setelah bel masuk berbunyi, siswa kelas III tidak langsung menuju ruang kelas, melainkan berbaris rapi di halaman sekolah. Hari itu, mereka bersiap mengikuti kegiatan outdoor learning ke beberapa lokasi strategis di Surabaya.
Tepat pukul 08.45 WIB, rombongan berangkat menggunakan dua bus milik Angkatan Laut. Tujuan pertama adalah gudang pengemasan milik PT Andalan Pasifik Samudra yang berlokasi di kawasan Kalianak, Surabaya Utara.
Setibanya di lokasi, siswa disambut oleh staf perusahaan, Rizal. Dalam pemaparannya, Rizal menjelaskan berbagai jenis barang yang dikemas untuk kebutuhan ekspor, mulai dari logistik makanan ringan, furnitur, hingga aksesori berbahan kulit kerang.
“Barang seperti makanan ringan, termasuk biskuit dan snack, dikirim ke Afrika. Furnitur dikirim ke Amsterdam, Belanda, sementara aksesori kulit kerang diekspor ke Cina,” jelas Rizal sambil menunjukkan barang-barang yang siap dikirim.
Selain penjelasan, siswa juga diperlihatkan secara langsung proses kerja alat berat forklift yang digunakan untuk mengangkat dan memindahkan barang ke dalam kontainer. Demonstrasi ini menjadi daya tarik tersendiri bagi siswa karena mereka dapat melihat langsung proses distribusi barang dalam skala besar.
Antusiasme siswa semakin terlihat saat sesi tanya jawab dibuka. Beberapa siswa aktif mengajukan pertanyaan, Setyaka Fachrizal Kresna dari kelas III Drum yang menanyakan lama perjalanan ekspedisi ke Afrika, Atharizsyah Kenan Lubis dari kelas III Gong yang menanyakan banyaknya barang di dalam kontainer dan Abdurrahman Al Fauzan dari kelas III Tehyan yang menanyakan ketahanan barang selama perjananan. Seluruh pertanyaan dijawab secara jelas oleh Rizal, sehingga suasana diskusi berlangsung interaktif.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan mengelilingi area gudang untuk melihat langsung berbagai jenis barang ekspor beserta negara tujuan pengirimannya. Pengalaman ini memberikan gambaran nyata tentang proses perdagangan internasional yang sebelumnya hanya dipelajari secara teori di kelas.
Setelah dari gudang, rombongan melanjutkan perjalanan ke Terminal Petikemas Surabaya yang berada di kawasan Pelabuhan Tanjung Perak. Di lokasi ini, siswa disambut oleh Santi Dwi Novita, perwakilan dari PT Pelindo Terminal Petikemas.
Dalam kunjungannya, siswa diajak berkeliling area terminal untuk melihat aktivitas bongkar muat peti kemas. Santi menjelaskan bahwa setiap kontainer yang masuk harus melalui pemeriksaan dari pihak Bea Cukai sebelum didistribusikan lebih lanjut.
Sepanjang perjalanan, siswa diperkenalkan dengan berbagai alat berat yang digunakan dalam operasional pelabuhan, seperti RTG (Rubber Tyred Gantry) di darat dan crane container (CC) di dermaga. Selain itu, siswa juga melihat kapal-kapal besar yang sedang bersandar, termasuk kapal yang datang dari luar negeri seperti Cina.
Tidak hanya itu, siswa juga dikenalkan dengan kapal tunda, yaitu kapal kecil yang berfungsi membantu menarik atau mendorong kapal besar saat bersandar di pelabuhan.
Karena area terminal merupakan zona terbatas, siswa tidak diperkenankan turun dari kendaraan tanpa perlengkapan keselamatan. Meski demikian, hal tersebut tidak mengurangi antusiasme mereka dalam menyaksikan langsung aktivitas pelabuhan.
Guru pendamping, Lilik Wahyuningsih, S.Pd., MT., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk pembelajaran kontekstual yang disesuaikan dengan materi yang sedang dipelajari siswa.
“Outdoor learning ini adalah bentuk kontekstualisasi pembelajaran. Siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga melihat langsung praktik di lapangan. Setelah ini, kami juga mengunjungi museum untuk memperkuat pemahaman tentang kekuatan maritim Indonesia,” ujarnya.
Perjalanan dilanjutkan ke Museum Pusat TNI AL Jalesveva Jayamahe di kawasan Ujung, Surabaya. Rombongan tiba sekitar pukul 11.30 WIB. Sebelum memasuki museum, siswa melaksanakan salat Dhuhur berjamaah dan makan siang bersama.
Pada pukul 13.00 WIB, siswa mulai menjelajahi museum dengan didampingi pemandu. Mereka diperkenalkan pada berbagai koleksi sejarah Angkatan Laut Indonesia, termasuk peralatan militer dan informasi tentang perkembangan kekuatan maritim nasional.
Kegiatan di museum berlangsung hingga pukul 14.00 WIB sebelum rombongan kembali ke sekolah.
Salah satu siswa, Erland Putra Ramdiwal, mengungkapkan rasa senangnya mengikuti kegiatan ini. Ia mengaku terkesan dengan banyaknya kontainer di pelabuhan dan pengalaman mengunjungi museum.
“Outdoor kali ini sangat seru, saya bisa melihat langsung peti kemas yang banyak sekali dan juga belajar di museum,” ujarnya dengan wajah ceria.
Kegiatan ini sejalan dengan visi Sekolah Kreatif Baratajaya dalam menghadirkan pembelajaran yang kontekstual, menyenangkan, dan mudah dipahami oleh siswa. Pendekatan ini juga sesuai dengan arahan Heru Tjahyono, penggagas Sekolah Kreatif Indonesia, yang menekankan pentingnya inovasi dalam dunia pendidikan.
Kegiatan outdoor learning yang dilakukan siswa kelas III Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 16 Surabaya menjadi bukti bahwa pembelajaran efektif tidak harus selalu berlangsung di dalam kelas. Dengan menghadirkan pengalaman langsung di lapangan, siswa tidak hanya memahami konsep secara teori, tetapi juga memperoleh gambaran nyata tentang dunia kerja, perdagangan internasional, dan kekuatan maritim Indonesia. Pendekatan ini diharapkan mampu menumbuhkan rasa ingin tahu, wawasan luas, serta semangat belajar yang lebih tinggi pada diri siswa.

*Jurnalis: Ahmad Mahmudi

Artikel Terkait

Bagikan