Berita Uncategorized
Beranda » Blog » Majelis Dikdasmen PCM Lowokwaru Kota Malang Kunjungi Sekolah Kreatif

Majelis Dikdasmen PCM Lowokwaru Kota Malang Kunjungi Sekolah Kreatif

SEKOLAHKREATIF.COM— Selasa pagi (18/8/2026), Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 16 Surabaya kembali menjadi magnet studi komparatif. Sebelumnya terdapat kunjungan dari SD Raudhatul Jannah 2, kini rombongan Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Lowokwaru, Kota Malang, yang berkunjung sekolah rujukan nasional ini.

Kunjungan ini menjadi wujud apresiasi Majelis Dikdasmen PCM Lowokwaru atas rekam jejak Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 16 Surabaya. Sekolah ini dinilai berhasil mengembangkan model pembelajaran berbasis kreativitas, kepemimpinan, serta menasbihkan diri sebagai salah satu kiblat pendidikan dasar di Indonesia.

Rombongan lintas instansi yang diboyong PCM Lowokwaru terdiri dari perwakilan SD Aisyiyah dan SMP Muhammadiyah 4 Kota Malang. Langkah kolektif ini diambil guna menyerap formula sukses pengelolaan sekolah yang adaptif dan inovatif.

Mendorong Komunikasi Kompak dan Strategi “Jemput Bola”
Dalam sesi dialog, pentingnya soliditas internal dan strategi pemasaran yang proaktif menjadi sorotan utama. Ustad Heru Tjahjono menegaskan bahwa sinergi antar-civitas akademika merupakan fondasi mendasar dalam membangun ekosistem sekolah yang sehat.

“Semua civitas harus bisa membangun komunikasi sehingga bisa saling support. Dengan begitu, komunikasi terjalin dan ada rasa saling memahami satu sama lain,” tutur Heru di hadapan para peserta pertemuan.

Ia juga menyoroti pentingnya taktik pemasaran yang tidak pasif.

“Tim juga harus jemput bola dan melakukan promosi ke SD yang notabene berada dalam satu lingkup,” tambahnya.

Misi Kolaborasi dan Solusi Tantangan AUM
Di luar agenda studi banding, kedatangan tim Majelis Dikdasmen PCM Lowokwaru mengusung misi strategis: membuka ruang kerja sama konkret dengan Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 16 Surabaya.

Langkah ini diambil untuk menjawab berbagai dinamika dan tantangan yang tengah dihadapi sejumlah amal usaha Muhammadiyah (AUM) di bidang pendidikan di wilayah Lowokwaru. Melalui kemitraan dan adopsi praktek baik (Best Practices), tim berharap mampu merumuskan program pendidikan yang lebih solid, relevan, dan berdaya saing tinggi ke depan. (Agus Mulyadi)

Artikel Terkait

Bagikan