Siswa Menghidupkan Kado Masa Depan di Islamic Education Fair (IEF) 2026
Sekolahkreatif.com — Sebuah stand pameran tidak hanya berisi pajangan. Di Islamic Education Fair (IEF) 2026, stand Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 16 Surabaya justru menjadi ruang bagi siswa untuk tampil, berinteraksi, dan menunjukkan apa yang mereka pelajari di sekolah.
Selama lima hari, sejak Rabu (30/9/2026) hingga Ahad (4/10/2026), siswa terlibat langsung dalam berbagai aktivitas di stand bertema “Kado Masa Depan” di Atrium Utama Royal Plaza Surabaya.
Mereka tidak sekadar melihat karya yang dipajang. Siswa juga ikut mendemonstrasikan berbagai kegiatan ekstrakurikuler, melayani pengunjung, hingga memperkenalkan hasil pembelajaran berbasis proyek.
Humas Sekolah Kreatif Baratajaya Agus Mulyadi, M.Pd., mengatakan stand tersebut memang dirancang agar pengunjung tidak hanya melihat hasil akhir pembelajaran.
“Mulai dibuka tanggal 30 September hingga hari ini, stand kami tidak pernah sepi pengunjung,” ujarnya.
Menurut Agus, konsep stand yang menyerupai kado menjadi pintu masuk bagi pengunjung untuk mengenal lebih jauh aktivitas pembelajaran siswa.
“Selain bentuk stand yang menyerupai kado, isi pameran juga menjadi daya tarik pengunjung,” katanya.
Berbagai karya inovasi siswa yang dihasilkan melalui Project Based Learning (PjBL) dipajang di dalam stand.
“Kami memajang berbagai karya inovasi siswa dari pembelajaran berbasis proyek. Jadi, pengunjung bisa melihat secara langsung hasil proses belajar siswa,” jelas Agus.
Tidak berhenti pada karya, siswa juga menunjukkan berbagai keterampilan melalui demonstrasi ekstrakurikuler.
“Mulai dari cooking class, handy craft, menggambar, robotik, hingga Sains Club kami tampilkan dalam pameran,” tambahnya.

Anak Mengambil Peran
Bagi Sekolah Kreatif Baratajaya, pengalaman tersebut menjadi penting karena siswa tidak ditempatkan hanya sebagai objek pameran. Mereka justru diberi kesempatan menjadi bagian dari jalannya kegiatan.
Student Lighthouse Team (SLhT) atau IPM Kids terlibat dalam berbagai demonstrasi ekstrakurikuler yang digelar di stand.
Ketua Tim Inovasi Pengembangan Sekolah (TIPS) Heru Tjahyono mengatakan keterlibatan siswa sengaja diberikan untuk membuka ruang ekspresi.
“Student Lighthouse Team atau IPM kita libatkan di setiap demo ekstrakurikuler,” katanya.
Heru menyebut kesempatan tersebut menjadi latihan bagi siswa untuk berimprovisasi sekaligus menunjukkan kemampuan mereka di hadapan masyarakat.
“Ini sebagai sarana mereka untuk improvisasi dan ajang untuk mengekspresikan potensi mereka,” ujarnya.
Menurutnya, pengalaman seperti itu menjadi bagian dari pembelajaran kepemimpinan yang tidak selalu diperoleh melalui kegiatan di dalam kelas.
“Bagi kami, siswa Sekolah Kreatif Baratajaya adalah student agency and leadership, project-based learning, every child is a champion,” tegas Heru.

Penghargaan Datang Kemudian
Rangkaian aktivitas tersebut akhirnya mendapat apresiasi. Pada penutupan IEF 2026, Ahad sekitar pukul 20.00 WIB, Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 16 Surabaya diumumkan sebagai penerima penghargaan kategori Stand Kreatif.
Kepala Sekolah Kreatif Baratajaya Ely Rhodlifah, SH., M.Pd., menyambut penghargaan itu sebagai hasil kerja bersama.
“Alhamdulillah, ini adalah penghargaan bagi semua keluarga Sekolah Kreatif yang telah menyukseskan pameran ini,” tuturnya.
Ely juga mengapresiasi keterlibatan siswa, wali murid, guru, dan karyawan selama kegiatan berlangsung.
“Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang terlibat. Mulai dari siswa, wali murid, ustadz-ustadzah, guru, dan karyawan yang telah berperan aktif,” katanya.
Bagi Heru, penghargaan tersebut bukanlah akhir dari proses. Justru pengalaman selama pameran menjadi bagian dari bekal yang diharapkan melekat pada diri siswa.
“Bukan sekadar apa yang kami berikan hari ini, tetapi bekal yang mereka bawa di masa depan. Belajar, berkarya, bertumbuh, dan berani bermimpi,” ujarnya.
Ia menilai pengalaman siswa tampil di ruang publik memberi kesempatan kepada mereka untuk belajar berkomunikasi, mengambil keputusan, dan berani menunjukkan kemampuan.
“Pengalaman tampil di ruang publik menjadi bagian dari proses menyiapkan siswa menghadapi masa depan,” katanya.
Karena itu, “Kado Masa Depan” tidak berhenti pada sebuah stand dan penghargaan. Bagi Sekolah Kreatif Baratajaya, kado terbesarnya justru ketika siswa pulang membawa pengalaman baru.
“Sekolah Kreatif Baratajaya menyiapkan anak hari ini untuk menjadi pemimpin masa depan,” pungkas Heru.
