
Entrepreneur Week 2025: Ketika Kreativitas, Kepedulian, dan Keceriaan Menyatu di Sekolah Kreatif Baratajaya
Sekolahkreatif.com – Sekolah Kreatif Baratajaya kembali menorehkan jejak inovatif melalui gelaran Entrepreneur Week 2025, sebuah perayaan belajar yang memadukan warna kreativitas dan hangatnya kepedulian. Mengusung tema indah ‘Friendpreneurship, Peduli Aceh dan Sumatra’, kegiatan yang berlangsung pada (8–12/2025) ini bukan sekadar pasar dadakan biasa. Ia menjelma menjadi hamparan pembelajaran bermakna—tentang wirausaha, budaya, empati, kerja sama, hingga kepemimpinan.
Di balik riuh rendah siswa yang menjajakan produk, terselip kisah manis yang jarang terlihat mata: para panitia cilik kelas VI yang berdiri anggun memikul amanah besar. Tahun ini, seluruh tanggung jawab kepanitiaan dipercayakan penuh kepada mereka—sebuah mandat yang mengisyaratkan keyakinan sekolah bahwa setiap anak mampu bersinar ketika diberi ruang untuk tumbuh.
Sorak seru dan tepuk tangan gemuruh menjadi iringan semangat sejak acara dibuka pukul 08.00 WIB oleh MC cilik Zhian dan Gandes, keduanya dari kelas VI. Suara mereka yang jernih, penuh percaya diri, seketika menghidupkan suasana, apalagi dengan iringan musik yang membakar semangat seisi halaman sekolah.
Puncak keceriaan muncul ketika siswa kelas III menjelma bak model profesional, berjalan penuh percaya diri di atas catwalk sambil memperkenalkan barang dagangan mereka pada Jum’at, 12 Desember 2025. Lenggak-lenggok polos khas anak-anak menjadi pemandangan menggemaskan yang sontak disambut tepuk tangan meriah. Bahkan, para guru kelas III pun tak mau kalah—turut melenggak-lenggok di atas catwalk, membuat suasana pecah oleh gelak tawa dan keriangan.
Usai fashion walk, siswa kelas III membuka stan dagangan mereka, sementara panggung utama kembali hidup dengan penampilan seni yang tak pernah berhenti memukau. Alunan angklung membawakan Sipatokan, Gambang Suling, hingga Cublek-Cublek Suweng, menghasilkan harmoni yang membuat para penonton terhanyut.
Tak kalah menggetarkan, tari remo yang dibawakan Nayya dari kelas IV Moh. Yamin menghadirkan lenggak-gerak luwes nan berwibawa. Setiap hentakan kakinya memikat, setiap ayunan selendangnya mengundang decak kagum. Disusul kemudian oleh para pendekar kecil wushu yang menampilkan jurus nan quan, chang quan, hingga ba ji quan. Gerakan mereka yang sigap dan terlatih membuat penonton terperangah, seolah menyaksikan para atlet muda masa depan.
Sementara itu, stan-stan bazar kelas III menjadi primadona, memikat siswa lain dengan kreativitas produk yang ditawarkan. Suasana semakin meriah saat MC cilik membagikan doorprize untuk stan terbaik dan kostum terbaik, membuat peserta semakin antusias dan bersemangat.
Acara ditutup dengan momen paling mengharukan: pengumpulan donasi dari hasil penjualan Entrepreneur Week 2025 untuk saudara-saudara di Aceh dan Sumatra yang terdampak bencana. Tepuk tangan yang menggema bukan hanya tanda apresiasi, melainkan tanda bahwa nilai empati telah tumbuh dalam hati anak-anak ini sejak dini.
Entrepreneur Week 2025 bukan hanya panggung usaha, melainkan panggung seni, kreativitas, unjuk potensi, sekaligus ajang solidaritas untuk sesama. Sebuah bukti bahwa belajar bisa seindah ini menggabungkan kecerdasan, kepedulian, dan keceriaan dalam satu rangkaian peristiwa yang akan dikenang semua yang menyaksikannya. (AM)